rumah adat Papua

Salah satu ciri khas provinsi Papua adalah rumah adat Papua. Rumah adat yang disebut Honai ini memiliki bentuk unik dan tidak akan Anda temukan di provinsi lainnya. Bahan konstruksinya juga masih sangat sederhana, tidak ada semen, bata, apalagi rangkai besi ringan.

Rumah Khas Papua

Bagi Anda yang pernah bertandang ke Papua pastinya sudah tidak asing lagi dengan rumah-rumah berbentuk seperti jamur dengan atap bulat. Itulah rumah tradisional masyarakat Papua yang disebut Honai. Mau tahu apa saja ciri khasnya, simak uraian berikut:

1.     Bentuknya Sekilas Seperti Jamur

Jika dilihat sekilas bentuk rumah tradisional ini memang seperti jamur, karena dibuat bulat dengan diameter luas yang tidak terlalu luas, hanya sekitar 5 meter saja. Kemudian atapnya juga berbentuk kerucut dengan warna cokelat sehingga membuat rumah tersebut terlihat semakin mirip amur.

2.     Terbuat dari Kayu, Alang-alang atau Jerami

Rumah adat Papua, Honai dibuat dengan bahan-bahan yang sangat sederhana, yaitu kayu yang disusun menjadi bentuk tabung besar. Kayunya bisa kayu apa saja yang dapat ditemukan oleh masyarakat Papua. Kemudian untuk atap akan dibuat menggunakan alang-alang atau jerami membentuk kerucut.

3.     Terdiri Atas 3 Tingkat

Honai dibuat dengan ukuran tinggi sekitar 2,5 meter dan dibagi atas 3 tingkat yang masing-masingnya punya fungsi berbeda. Tingkat teratas akan digunakan sebagai tempat tidur. Alas tidur orang masyarakat adat Papua hanyalah rumput kering.

Tingkat kedua digunakan sebagai tempat melakukan berbagai kegiatan bagi kaum pria. Lalu tingkat paling bawah digunakan sebagai tempat menyimpan jasad yang sudah diawetkan. Di bagian paling dasar ini juga terdapat sebuah perapian berbentuk melingkar yang menjadi sumber cahaya dan kehangatan bagi penghuni rumah.

4.     Hanya Dibuat dan Ditinggali Laki-laki

Keunikan lainnya adalah rumah Honai hanya ditinggali oleh laki-laki. Dalam bahasa Papua Honai berarti rumah yang hanya dihuni para laki-laki remaja dan dewasa. “Hun” dan “ai” merupakan dua suku kata pembentuk sebutan Honai, “hun” artinya laki-laki dan “ai” artinya rumah.

 

Jadi, para wanita tidak boleh masuk dan tinggal di rumah tersebut. Bahkan istri ataupun anak tidak boleh masuk dan tinggal dalam honai milik suami atau ayah mereka. Hal ini sangat dilarang dalam adat.

 

Untuk proses pembuatannya juga tidak boleh dibantu kaum wanita. Jadi, para wanita tidak boleh membantu, bahkan dilarang menyentuh berbagai bahan maupun perlengkapan rumah Honai tersebut.

5.     Para Wanita Tinggal di Ebei

Untuk para wanita terdapat rumah khusus disebut Ebei, “ebe” artinya tubuh dan “ai” berarti rumah. Dapat diartikan Ebei merupakan rumah kehidupan masyarakat Papua. Karena di rumah ini para wanita dan anak-anak tinggal. Kegiatan memasak, merawat anak, serta melayani suami dilakukan di rumah ini. Untuk bahan konstruksinya sama saja dengan rumah kaum pria, tapi dibuat lebih kecil ukurannya.

 

Papua memang punya ciri khasnya sendiri. Bukan hanya adat istiadat, kesenian, dan budaya, tapi juga rumah adat Papua yang khas dan berbeda dari provinsi lainnya. Jika berkesempatan jalan-jalan ke Papua jangan lupa mampir melihat rumah adat ini, ya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You may also like